arsitek
Sumber: Ricardo Gomez Angel on Unsplash

Mitos dan Fakta Jurusan Arsitektur

Posted on

Mitor dan fakta jurusan arsitektur di bawah ini perlu banget kamu ketahui karena banyak mitos dan fakta yang sering menjadi salah kaprah di masyarakat kita. Langsung saja simak pembahasan berikut ini.

Anak Arsitektur Harus Jago Matematika dan Fisika? Kamu memang harus bisa matematika dan fisika jika ingin kuliah di jurusan arsitek. Namun, kamu tidak harus jago.

Di jurusan arsitek nantinya kamu memang akan mendapat materi terkait matematika dan fisika. Tapi tenang saja, matematika di jurusan ini tidak serumit di jurusan matematika murni, pendidikan matematika dan statistika. Fisika pada jurusan arsitek pun tidak semengerikan materi di jurusan fisika murni, teknik fisika dan pendidikan fisika.

Tidak Harus Mahir Menggambar

arsitek
Sumber: Ricardo Gomez Angel on Unsplash

Barangkali kamu bertanya-tanya bagaimana mungkin tukang menggambar tetapi tidak harus mahir menggambar? Di jurusan arsitek kamu memang harus bisa menggambar, tetapi tidak harus ahli sebagaimana anak-anak di jurusan desain seni rupa dan desain interior.

Hal paling penting ketika kuliah di jurusan arsitek adalah kamu memiliki inovasi, kreativitas, imajinasi dan gebrakan baru  untuk mendesain suatu ruangan/bangunan yang baru dan beda dari yang lain. Namun tidak bisa asal beda dari yang lain, tentu saja semua imajinasi tersebut harus dapat direalisasikan dengan logika dan perhitungan matematika dan fisika.

Baca juga: Mengenal Jurusan Arsitek

Arsitek Bukan Desainer Interior

Sebagian orang sering salah paham, nih tentang tugas arsitek. Mentang-mentang arsitek bertugas untuk mendesain rumah, maka banyak yang mengira bahwa arsitek juga bisa mendesain interior rumah.

Arsitek memang bisa menggambar dan mendesain, tetapi  keahliannya lebih kepada bagaimana perhitungan suatu bangunan agar dapat dibangun dengan desain tertentu tetapi tidak bakal ambruk dan tetap kokoh.

Setiap desain yang digambar tidak bisa asal diterapkan, tetapi harus dilakukan perhitungan seperti seberapa berat massa batu bata atau batu beton yang harus digunakan agar bangunan tersebut tidak roboh, kayu apa yang sebaiknya digunakan agar bisa menyangga atap gedung dan lain sebagainya.

Sementara itu tugas desainer interior adalah murni menggambar, meski perlu melakukan beberapa pengukuran tetapi tidak sampai sedetail dan serumit arsitek.

Jadi kalau kamu suka menggambar dan mendesain sebuah ruangan agar tampak tertata rapi dan cantik, lebih baik kamu masuk jurusan desain interior bukan jurusan arsitek.

Kuliah di Jurusan Arsitektur Harus Siap Banyak Dana

Mitos dan fakta jurusan arsitektur yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang adalah banyaknya biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang mahasiswa arsitek.

Biaya kuliah di jurusan arsitek memang tidak semahal kuliah di jurusan kedokteran. Namun, di balik biaya kuliah yang tidak semahal kuliah di jurusan kedokteran ada banyak dana yang perlu dikeluarkan oleh seorang mahasiswa seperti untuk membeli drawing pen, pensil mekanik, rapido, penggaris, tabung dan berbagai jenis kertas yang digunakan untuk kepentingan kuliah.

Tugas Banyak dan Dihantui Deadline

Poin yang ini adalah sebuah fakta. Kuliah di jurusan arsitek kamu harus siap menghadapi banyak tugas dan deadline. Ketika tugas sudah kamu kerjakan dan tinggal mengumpulkan, jangan berbahagia dulu, bisa jadi dosen memintamu untuk merevisi hasil karya kamu itu.

Jadi kamu harus benar-benar mempersiapkan mental mulai dari sekarang jika ingin kuliah di jurusan arsitek.

Di Jurusan Arsitektur, Kaum Hawa Adalah Minoritas

Bagi kamu para perempuan yang ingin mengambil jurusan arsitek, perlu kamu ketahui bahwa di jurusan ini jumlah mahasiswi tidak sebanyak jumlah mahasiswa. Sebenarnya ini berlaku untuk jurusan teknik lainnya bukan cuma teknik arsitektur.

Kalau kamu berasal dari SMK/STM mungkin kamu sudah tahu bahwa jurusan yang bakal kamu ambil memang didominasi oleh kaum adam  sehingga kamu tidak kaget.

Baca juga: 5 Jurusan Arsitek Terbaik

Namun jika kamu berasal dari SMA, maka mulailah untuk terbiasa berada di lingkungan dengan jumlah laki-laki yang lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan. Sekian pembahasan singkat seputar mitos dan fakta jurusan arsitektur, semoga memberikan informasi tentang jurusan arsitektur yang kamu perlukan.

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *